Sesungguhnya
musuh Islam tidak memiliki argumen yang kuat untuk mempertahankan
kebathilan mereka. Karena itu reaksi mereka terhadap dakwah ialah dengan
menimpakkan ujian dan siksaan kepada para pembela kebenaran. Hanya
inilah reaksi mereka yang paling canggih dan selalu mereka gunakan
ketika mereka kehabisan akal untuk menghadang kebenaran. Itu pula reaksi
Fir'aun terhaap Nabi Musa dengan berkata:
قَالَ
لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَهًا غَيْرِي لأجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ
"Fir'aun
berkata: Jika kamu menyembah Ilah selain aku, benar-benar Aku akan
menjadikan kamu sebagai salah seorang yang dipenjarakan" (QS. Asy-Syu'ara: 29)
Demikian pula reaksi For'aun terhadap reaksi ahli sihir yang berbalik mengimani dakwah Nabi Musa as:
قَالَ
آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي
عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ لأقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ
وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلافٍ وَلأصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ
"Fir'aun berkata: 'Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa, sebelum aku
memberi ijin kepadamu. Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu, yang
mengajarkan sihir kepadamu, maka kamu nanti pasti benar-benar akan
mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu
dan kakimu dengan bersilangan, dan aku akan menyalibmu semuanya'." – (QS.Asy-Syu'ara: 49)
Karena
itulah, jika musuh-musuh islam bereaksi terhadap anda seperti itu, asal
anda tegar di atas kebenaran dan bersabar atas berbagai ujian, hal itu
cukup untuk meruntuhkan seluruh rencana jahat mereka, mengembalikan
strategi mereka ke leher mereka dan menggagalkan seluruh makar mereka.
Sesungguhnya
kesabaran, ketegaran dan kebergantungan anda terhadap Allah, itulah
kemenangan bagi Islam dan kekalahan bagi musuh-musuh Islam.
Lalu
apa yang terjadi ketika musuh Islam tahu bahwa panah mereka tidak
mengenai sasaran, upaya mereka gagal total, rencana mereka hilang
ditelan angin dan makar mereka menemui jalan buntu?!
Ada ungkapan yang begitu indah dari seorang aktifis; "Lihatlah!
apa yang terjadi pada musuh-musuh Islam saat strategi mereka tidak
mampu melemahkan hati kita dan malah menguatkannya, tidak mengendurkan
semangat kita dan malah mengobarkannya, serta tidak melunturkan tekad
kita tapi malah meninggikannya"
Apap
pula yang terjadi pada musuh-musuh Allah ketika ternyata kita semakin
dekat dengan Allah saat ujian justru semakin berat; ketika cobaan
semakin berat dan pasukan musuh semakin banyak justru hati kita semakin
bersujud kepada Allah, bertekad kuat meneruskan kiprah di jalan dakwah
tanpa lemah dan berdo'a kepada-Nya agar menyelamatkannya dari apa saja
yang ia benci serta melindunginya. Andai mereka tahu bahwa kemarahan
mereka ternya menjadi kendaraan untuk mengarungi babak yang mesti
dilalui, yaitu babak pembersihan dan penyucian diri?! Apakah mereka
mengira bahwa kemarahan mereka bermanfaat bagi diri mereka?! Allah SWT
berfirman:
قُلْ
مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
"Katakanlah kepada mereka: 'matilah kalian bersama kemarahan kalian"
Karena sesungguhnya
وَلَنْ
يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلا
"Dan sekali-kali Allah tidak akan memberikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang Mu'min" (QS. An-Nisa': 141)
Ketegaran
anda di atas kebenaran dan kesabaran dalam menghadapi cobaan adalah
jaminan atas kekalahan musuh-musuh Islam; Bukan hanya kekalahan dalam
aspek pemikiran dan teori saja, bahkan ketegaran anda kan menghancurkan
mereka baik institusi, penyangga maupun sistem mereka.

0 comments:
Post a Comment